Cerita Seekor Semut

Diterbitkan tanggal 6 September 2012

Cerita Seekor Semut

Suatu pagi saya membuang waktu hampir sekitar satu jam menyaksikan seekor semut kecil membawa sebuah bulu besar di teras belakang rumah saya. Beberapa kali semut kecil tersebut berhadapan dengan rintangan di jalan yang dia lalui. Pada saat jalan yang di lalui semut tersebut, terdapat sebuah celah retakan selebar 10mm. Dengan berhenti sejenak, mungkin berpikirnya semut seperti itu, diameletakkan bulu diatas retakan tersebut dan berjalan diatasnya setelah sampai di sisi lain dia mengambil bulu tersebut dan meneruskan perjalananya kembali.

Setelah sampai di sebuah lubang kecil yang merupakan pintu masuk rumah bawah tanahnya. Bagaimana bisa bulu tersebut bisa masuk? Tentu saja tidak bisa. Setelah menjadi beban dalam perjalananya, dan mengatasi masalahnya dalam membawa bulu seberat itu, semut hanya meninggalkan bulu tersebut dan pulang.

Bukankah hidup seperti itu? Anda khawatir tentang keluarga Anda, Anda khawatir tentang uang Anda, Kita khawatir tentang pekerjaan, tentang di mana kita hidup, atau tentang segala macam hal. Ini semua adalah beban – hal yang kita ambil disepanjang kehidupan kita. Dan ketika kematian menjemput kita, itu semua tidak dapat kita bawa bersama….

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>