Pekerja Keras vs Cerdas

Diterbitkan tanggal 15 Mei 2012

Pekerja Keras vs Cerdas

Saya baru saja mendapat bacaan dari seorang motivator terkenal.

Tulisannya:

Jika mau kaya jadilah pekerja cerdas, bukan pekerja keras. Kuli bangunan sampai kapan pun tidak akan pernah kaya padahal dia bekerja keras terus menerus.

Permisi, agak miris membaca kalimat itu. Ukuran ‘kaya’ bagi setiap orang itu relatif. Kalau kuli tersebut adalah kuli yang paling kaya di antara kuli lainnya atau pekerja keras lainnya, boleh dong dia berbangga. Kan, dia membandingkan dengan sesamanya?

Kerjanya kuli, tapi jago nabung dan ternyata rumahnya ‘gedong’ di desanya. ‘Gedong’ menurut dia, pasti relatif lagi buat kita-kita orang kota. Intinya, ya itu semua relatif.

Menurut saya, tidak ada pekerja cerdas yang bisa kaya tanpa diikuti kerja keras.

*Kecuali INVESTOR yang menjadikan uangnya bekerja keras. Tapi, sebelum berada di tahap tersebut, pastilah dia seorang pekerja keras juga*

Jangan bandingkan kuli bangunan dengan pekerja kantoran, seorang motivator, penulis mahal, atau seorang jutawan yang mengerjakan bisnisnya dengan internet, misalnya. Bandingkanlah kuli bangunan dengan pekerja kasar lainnya. Bisa jadi si kuli bangunan termasuk yang paling kaya di antara pekerja kasar sesamanya, Bandingkan lah apple to apple.

Selamat beraktifitas!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>